Heboh, Penikaman Anggota Polisi Di RS Bayangkara Manado, Di Duga Pelaku Sesama Anggota Polisi

MANADO- Peristiwa meggemparkan terjadi di Kaur Keuangan Bid Dokkes Polda Sulut (RS Bhayangkara) pada hari senin tanggal 15 juli 2019 sekitar jam 11.30 wita.

Secara tak terduga Aipda Arfan Sarante seorang anggota polisi dari Polresta Tahuna yang sedang menjalani perawatan akibat sakit jiwa tiba tiba menikam korban Brigpol Eko Candra (Kaur Keuangan Bid Dokkes Polda Sulut), akibat penganiayaan korban mengalami 3 kali lubang tusukan yaitu dipanggal lengan kiri bagian belakang 1 kali dan dipinggang bagian belakang sebelah kiri 2 kali

Kronologis kejadian itu sendiri
menurut keterangan saksi Alfarits Awuwus, sekuriti RS.Bayangkara, dirinya menerangkan bahwa melihat pelaku datang di Bid Dokkes dan memarkir motor di halaman parkiran Chamber dengan membawa sebuah barang berupa pisau dengan sarung nya berjalan menuju lantai II gedung Bid Dokkes polda sulut.

Saksi lainnya, AKP Thely Mawidingan,SE, Kasubag renmin Bid Dokkes polda sulut. Dirinya menjelaskan bahwa pada saat kejadian saksi berada di ruangan renmin dengan rekan-rekan yang lain dan mendengar ada keributan sehingga saksi langsung keluar dari ruang renmin dan melihat ke ruang keuangan korban sudah duduk tergeletak bersimbah darah sedangkan pelaku masih memegang pisau sehingga saksi langsung menegur pelaku dan pelaku langsung menyarungkan pisau yang di pegangnya kemudian langsung keluar ruangan keuangan dan melarikan diri. Saat itu juga saksi berteriak memanggil anggota yang lain dan langsung membantu mengangkat korban dan membawa korban ke ruang ICU.

Keterangan lainnya berasal dari IPDA Yusak Panggua, Paur Kesmapta Bid Dokkes Polda sulut. Dirinya menerangkan bahwa dirinya mendengar teriakan “tangkap dia”. Saat itu juga dirinya langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi dan mendapati korban Brigpol Eko sudah tergeletak terkena tikaman dan langsung membantu mengangkat korban dan membawa korban ke ruangan ICU untuk mendapat perawatan.

Terungkap pula, berdasarkan kesaksian dari  PNS rahman sihombing, staf bensat Bid Dokkes. Dalam kesaksiannya Rahman menerangkan pada saat kejadian dirinya tidak melihat langsung kejadian tersebut. Namun menurutnya pada sekitar akhir bulan april 2019, pelaku pernah marah kepada korban sampai menghancurkan laptop korban hanya karna pelaku menanyakan kepada korban kapan remunirasi cair dan korban menjawab tidak tahu.

Menurut Rahman, pada bulan Juni 2019 korban juga pernah bercerita kepada saksi bahwa pelaku selalu menanyakan kepada korban kalau masih ada uang kas kantor untuk di pinjamkan ke pelaku dengan alasan biaya berobat sebesar 5 jt namun korban menjawab tidak ada uang sehingga membuat pelaku kecewa,

Akibat peristiwa penganiayaan tersebut korban mengalami 3 kali lubang tusukan yaitu dipanggal lengan kiri bagian belakang 1 kali dan dipinggang bagian belakang sebelah kiri 2 kali. Korban saat ini masih dalam penanganan medis diruang bedah RS. Bhayangkara.

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 13.38 Wita pelaku berhasil diringkus anggota Tim Resmob Polda Sulut.

Tersangka ditemukan di Asrama Polisi RS Bhayangkara. Pelaku pun langsung diamankan Tim Resmob pun langsung membawanya ke Mapolda.

Kasus ini masih dalam pendalaman oleh Polda Sulut. (**)