GELAPKAN 16 UNIT MOTOR, “BUSER” DI RINGKUS MALEO

GELAPKAN 16 UNIT MOTOR, “BUSER” DI RINGKUS MALEO

FOTO: BUSER USAI DIRINGKUS TIMSUS MALEO POLDA SULUT

MANADO, INC — Sepak terjang RH alias Buser pelaku penggelapan 16 unit kendaraan bermotor, warga Kecamatan Singkil akhirnya berakhir usai diringkus Timsus Maleo, di desa Tanawangko Kabupaten Minahasa, Senin (27/07/2020).

Diketahui Buser melancarkan aksinya di wilayah Manado dan Tondano, sejak bulan Desember 2019 hingga Juli 2020.

Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Katimsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma dan Wakatimsus, AKP Frelly Sumampow yang berlangsung di halaman Mapolda, Kamis (30/07/2020), Buser melancarkan aksinya dengan cara pura pura menumpang sepeda motor yang sudah menjadi target, kemudian meminta pengendara sepeda motor tersebut untuk mengantarnya ke tempat tujuan, setelah tiba di lokasi tujuan, kemudian pelaku meminjam sepeda motor tersebut dari pengendara dengan berbagai alasan yang membuat pengendara sepeda motor percaya dan meminjamkannya.

Barang Bukti Yang Berhasil Diamankan Timsus Maleo Polda Sulut

Setelah berhasil mendapatkan motor pengendara, pelaku kemudian menjual motor tersebut.

“Berhasil menguasai sepeda motor itu, pelaku langsung membawa kabur, selanjutnya menjual ke pihak lain, pada umumnya yang menjadi korban adalah pengemudi ojek pangkalan,” ungkap Abast.

Adapun kronologis penangkapan Buser oleh Timsus Maleo Polda Sulut pada hari Senin tanggal 27 Juli 2020 pukul 08.00 wita, berawal dari laporan warga, Timsus melakukan penyelidikan tentang keberadaan R.H alias Buser yang sudah menjadi Target operasi.

Sekira pukul 09.30 WITA, Timsus melakukan penangkapan terhadap Buser di daerah Tanawangko dan langsung mengamankannya untuk dilakukan interogasi guna mencari barang bukti hasil penggelapan tersebut.

Setelah dilakukan interogasi, menurut keterangan Buser bahwa ada 16 (enam belas) unit Sepeda motor yang telah digelapkan dengan tempat penggelapan berbeda-beda antara lain di Manado dan Tondano sejak bulan Desember 2019 hingga Juli 2020, dan telah dijual di daerah Modoinding, Minahasa selatan.

Kabid Humas Polda Sulut,  Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Katimsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma dan Wakatimsus, AKP Frelly Sumampow menegaskan, Buser melanggar Pasal 372 KUHP, “dengan ancaman hukuman, Pidana penjara paling lama 4 tahun,” tandas Kabid Humas.

(FL)