Fredrich Yunadi Lakukan 3 Hal Aneh Ini Karena Tak Terima Jadi Tersangka KPK

Jakarta/iNewsCrime.Com-mantan pengacara Papa Setnov, Fredrich Yunadi telah ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan itu terjadi karena pengacara yang terkenal suka kemewahan itu diduga telah menghalangi dan merintangi penyidikan KPK dalam kasus e-KTP yang menimpa mantan Ketua DPR, Setya Novanto.

Tak terima dirinya ditahan dan dijadikan tersangka, sang advokat itu beberkan tiga statement yang sebenarnya gak bakalan bisangebantu dirinya bebas dari jeratan hukum juga. Berikut tiga pernyataan Fredrich yang cukup ngebuatbingung beberapa instansi!

1. Fredrich Yunadi minta KPK periksa Kapolri – Tentu kalian masih ingat drama tiang listrik yang viral itu kan? Nah, KPK menduga bahwa tertabraknya mobil yang ditumpangi Mantan Ketua Umum Golkar itu merupakan bentuk rekayasa. Namun begitu, Fredrich tak terima dengan tuduhan tersebut. Sebab, kata Fredrich, polisi sudah menyatakan bahwa itu murni kecelakaan. “Pelecehan karena di polisi sudah menyatakan murni ini kecelakaan, sekarang KPK menyangsikan. Kenapa dia (KPK) tidak periksa Kapolri saja?” gugat Fredrich. Atas pernyataan Fredrich, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto tak ingin mengambil pusing. Bahkan Wasisto menganggap bahwa Fredrich merupakan orang yang “ngaco”.

2. Fredrich Yunadi ajak advokat se-Indonesia Boikot KPK – Pada Senin (15/1) kemarin Fredrich diperiksa KPK sebagai tersangka atas dugaan menghalangi penyidikan. Sebelum melakukan pemeriksaan, Fredrich mengungkapkan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah bentuk kriminalisasi terhadap profesi advokat. Atas alasan ini, Fredrich pun mengajak seluruh advokat di Indonesia untuk memboikot lembaga anti rasuah itu. “Mereka (KPK) tidak ada bukti. Dan apa yang dikatakan, saya mendengar berita seolah saya dicari seharian, itu adalah bohong semua. ‎Saya di rumah sakit, kemudian datang dijemput, tidak ada dicari seharian. Jadi harus ingat, saya hanya imbau, advokat seluruh Indonesia boikot KPK. Itu saya minta,” seru Fredrich. Tapi yang lucu adalah, Maqdir Ismail sebagai pengacara yang menangani kasus Papa Setnov itu justru menolak seruan itu.

3. Fredrich Yunadi ingin laporkan Pimpinan dan Jubir KPK ke Polisi –Pendiri kantor hukum “Yunadi & Associates” itu menganggap bahwa Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah telah memberikan keterangan palsu saat jumpa pers. “Penyidik bilang, itu kan ranahnya pidana umum. Kalau begitu, penyidik suruh saya lapor polisi. Pidana umum ranahnya polisi. Segera saya akan instruksikan bikin laporan polisi,” kata Fredrich mengancam.

Itulah tiga pernyataan Fredrich yang justru membuat permasalahan atas dirinya semakin rumit. pria kelahiran Jakarta 1950 itu bisa aja ngelawan KPK dengan berbagai jalur. Seperti gugatan ke praperadilan atau uji materi Pasal 21 UU No. 31 1990 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ke Mahkamah Konstitusi

(Cox)

Please follow and like us: