Ferry Liando : Bimtek Deprov Sulut Diakhir Masa Periode Sangat Tidak Wajar

Manado, INC.com- Bimtek (Bimbingan Teknis) DPRD Sulut yang diselenggarakan saat masa tugas para legislator  tinggal menghitung hari, terus menuai kecaman.

Kecaman kali ini datang dari Akademisi Fisipol Unsrat dan juga Pengamat Politik dan pemerintahan DR Ferry Liando.

Pada INewscrime.com dirinya mengatakan seharusnya setiap anggaran yang di gunakan oleh pejabat publik orientasinya adalah berdampak pada kepentingan publik baik secara langsung atau tidak langsung.

“Jika bimtek dilaksnakan di awal awal menjabat, tentu akan berdampak pada kepentingan publik secara tidak langsung. Namun jika bimtek dilaksnakan diakhir periode menjabat maka Sulit untuk berkorelasi pada kepentingan publik. Sehingga proses bimtek itu sangat tidak wajar. Apalagi jika yang mengikuti bimtek itu tidsk terpilih lagi. Jika masih tepilih mungkin manfaatnya bisa saja ada,”ujar Ketua Senat termuda di Unsrat ini.

Lanjut dikatakan oleh Liando, kalaupun bimtek ini tetap dilaksanakan masyarakat akan tetap menuntut pertanggungjawaban DPRD. Untuk apa kegiatan itu dilakukan. Apakah bimtek itu berkaitan dengan suatu program misalnya legislasi seperti pembuatan Perda atau progtam lainnya.

“Jika selesai bimtek tidak diikuti dengan sesuatu kegiatan, maka wajar jika ada kritik publik,”pungkas Doktor kelahiran Malola (Kumelembuai) ini.

Terinformasi mulai tanggal 17-20 juni 2019 DPRD Sulut akan menggelar Bimtek yang akan digelar di Hotel Grand Mercure Jakarta. Sesuai informasi dari Bartholomeus Mononutu Sekwan DPRD Sulut, Bimtek tersebut akan menghabiskan anggaaran sekira Rp 500 juta dan anggaran tetsebut sudah tertata pada APBD Sulut tahun 2019.

(RKM)