Ferry Daud Liando : Usung Calon Pernah Bermasalah Hukum, Parpol “Impoten”

Ferry Daud Liando : Usung Calon Pernah Bermasalah Hukum, Parpol “Impoten”

Foto (is)  : Ferry Daud Liando 

MANADO, INC.COM — Walaupun baru sebatas rekomendasi, DPD Nasdem telah menugaskan Vonny Anneke Panambunan untuk mencari pasangan sebagai Wakil Gubernur untuk maju dalam Pilkada Sulut 2020.

Tanggapan pro dan kontra dilontarkan oleh sejumlah kalangan terkait rekomendasi DPD Nasdem terhadap VAP tersebut.

Ada yang berpendapat itu sebagai pilihan yang tepat karena hanya VAP yang benar benar menunjukkan keseriusannya untuk maju sebagai calon Gubernur dengan memperkenalkan diri pada masyarakat ke hampir semua Kabupaten Kota di Sulawesi Utara.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa keputusan DPP Nasdem adalah bentuk inkonsistensi karena sebelumnya pernah menyatakan tidak akan mengusung eks koruptor dalam Pilkada Serentak di semua tingkatan pada Tahun 2020 ini.

Akademisi Unsrat dari Fisipol DR Ferry Daud Liando pun angkat suara terkait rekom Nasdem pada VAP tersebut.

Harusnya semua parpol punya Itikad baik menghadapi pilkada 2020 agar baik proses Pilkada maupun hasilnya dapat diperoleh kualitas yang baik.

Pilkada tahun ini tidak berjalan normal akibat covid 19. Sejumlah instrumen tidak akan bertindak optimal karena harus tunduk pada protokol kesehatan dari Pemerintah.

Fungsi pengawasan partisipatif masyarakat tidak akan maksimal karena ruang gerak masyarakat terbatas akibat covid.

Namun saya optimis Pilkada akan tetap berkualitas apabila parpol tidak impoten. Ujung tombak Pilkada berkualitas di tengah pandemi sangat tergantung pada parpol. Jika yang diajukan oleh parpol adalah calon yang bersih, punya kualitas yang baik, calon yang selalu jadi panutan dan teladan maka itu tandanya parpol hidup dan bekerja untuk rakyat.

“Namun Jika ternyata yang diusung itu adalah calon yang pernah bermasalah hukum di masa lalu, maka parpol itu tidak produktif, mati atau impotensi . Roh politiknya hilang. Di Sulut itu banyak figur figur potensial dsn memiliki reputasi dan nama baik. Dan kebanyakan dari figur figur ini menjadi kader parpol. Harusnya nama besar dan memiliki reputasi yang baik Harus dipertimbangkan oleh semua parpol untuk menjadi pemimpin Sulut Kedepan,”tegas Liando.

Lanjut Liando mengatakan, orang orang yang pernah memiliki track record buruk akibat kasus hukum harusnya tidak dipaksakan sebagai calon. Parpol jangan hanya berpikir sebatas untuk menang Pilkada. Tapi pikirkan juga bagaiamana nantinya ketika memimpin. warga Sulut akan bangga jika pemimpinnya bersih.

Dibagian akhir, Putra Malola ini menegaskan bahwa kritik dan tanggapannya ini berlaku untuk semua Parpol yang akan mengusung calon Gubernur Dan Wakil Gubernur serta calon Bupati maupun Walikota pada pilkada serentak tahun 2020 mendatang.

(Robby Kumaat Mononimbar)