Felly Runtuwene Kritisi Penganggaran Yang Tidak Transparan

INewscrime.com- Pernyataan menarik disampaikan legislator cantik Felly Runtuwene pada awak media terkait pembangunan beberapa infrastruktur jalan oleh Pemerintah Provinsi Sulut Sulawesi Utara.

Pada media diruangan fraksi Restorasi Nurani Untuk Keadilan Selasa, 18/7-2018 Felly mengatakan beberapa proyek jalan yang dikerjakan diduga berkaitan dengan kepentingan pihak tertentu dimana jalan tersebut adalah akses ke fasilitas pariwisata milik pribadi.

“Banyak kok fasilitas pariwisata yang akses jalannya belum di perbaiki tapi kenapa belum pernah tersentuh contohnya akses jalan masuk ke pantai Pall di Minahasa Utara ,”ungkap Felly.

Tegas dirinya mengatakan agar anggaran miliaran rupiah untuk pariwisata diadakan sejatinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum bukan pribadi.

“Jangan sampai anggaran yang ada nanti untuk kepentingan pribadi, bisnis pribadi. Masih banyak infrastruktur untuk kepentingan umum yang notabene milik pemerintah daerah itu sendiri.  Pariwisata bukan milik pengusaha tertentu. Itu (anggaran, red) miliaran loh,” beber Runtuwene.

Ditambah lagi menurutnya anggaran untuk infrastruktur jalan akses pariwisata kini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan saat pembahasan sebelumnya.

“Jalan akses pariwisata ada anggaran, tadinya Rp. 1.750.000, setelah perubahan menjadi Rp. 4.233.226.000,” umbar Felly pada Selasa (18/9) 2018.

Dia menyarankan agar sebaiknya pemerintah memprioritaskan pembangunan sarana prasarana yang lebih kontributif bagi masyarakat, ketimbang untuk pribadi pengusaha yang hanya menyumbang ke kas daerah dalam bentuk retribusi saja.

“Kalau itu untuk pribadi kenapa dianggarkan. Kenapa? Apakah tidak ada jalan akses pariwisata yang lain yang kita mau bikin? Secara keseluruhan ini untuk Sulawesi Utara, ok. Tapi ini bukan masuk ke pemerintah. Mungkin retribusi ada. Tapi secara keseluruhan?” tutur Felly di ruang kerjanya.

Dibagian akhir Runtuwene mengingatkan agar prinsip transparasi senantiasa dipegang dalam penyusunan anggaran.

“Kemarin saya tanya, ini penyediaan sarana prasarana jalan akses pariwisata ini jalan yang mana? Kenapa tidak cetak? Tapi jawabannya (secara lisan, red), itu untuk Tampusu dan Tetempangan,” ujar kader partai Nasional Demokrat ini.

Estelita menyayangkan jika lokasi pelaksanaan pembangunan dalam anggaran pun terkesan kurang transparan karena tidak diberikan rinciannya.

“Ada penyediaan sarana prasarana jalan akses infrastruktur umum tidak dibilang dimana. Kembali lagi saya tanyakan. Dia bilang disini Wiow Wori. Jadi,  kenapa tidak dicantumkan? Itu tadinya 1,5 miliar menjadi 4,9 miliar. Jadi, dia naik 3,4 miliar. Jadi, terang benderanglah (transparan, red) disini,” kunci Runtuwene. (RKM)