Ditangkap Seperti Teroris,Hendra Jacob Dijaga Ketat Petugas Bersenjata Di Mapolda Sulut

MANADO, INEWSCRIME – Diduga melakukan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bakal calon (Bacal) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hendra Jacob S.IP, ditangkap Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Rabu (25/7/2018).

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari Ketua Hanura Sulut Jackson Kumaat tentang pelanggaran UU ITE.

Seperti yang diketahui, penangkapan tersebut dinilai mirip seperti menangkap seorang teroris atau gembong narkoba yang sangat berbahaya. Awalnya, tim bersenjata lengkap dari Polda Sulut mendatangi rumah Hendra Jacob di daerah Citraland Manado.

“Mereka datang dengan bersenjata lengkap katanya untuk mencari Hendra Jacob dengan membawa surat penangkapan, seperti tangkap teroris,” terang sumber yang enggan namanya diberitakan, kepada media ini, Rabu (25/7/2018).

Namun, saat pihak Kepolisian bersenjata lengkap berada di rumahnya, dimana Hendra Jacob telah berada di Mapolda Sulut untuk memenuhi panggilan bersama pengacaranya.

Di Mapolda Sulut, Hendra Jacob langsung ditangkap yang langsung dipimpin Kasubdit Dua Cyber Crime dan Perbankan AKBP Iwan Permadi dan langsung di borgol.

“Borgol dia jangan takut,” ujar dia, seperti yang terekam video amatir. dan saat pemeriksaan HJ di jaga ketat Dengan Anggota bersenjata lengkap atas perintah Pimpinan.

Apakah seorang yang masih diduga pelanggaran UU ITE harus diperlakukan seperti itu.? Sudah sangat jelas penangkapan HJ sudah di politisi dan melanggar HAM.

Hendra Jacob saat di wawancara oleh para awak media mengatakan, sangat keberatan dengan carah yang di lakukan oleh Kasubdit Dua Cyber Crime dan Perbankan AKBP Iwan Permadi, yang memperlakukanya sebagai penjahat yang sangat berbahaya.

Hj juga mengaku waktu semasih dinas sebagai Anggota Polri, HJ pernah berselisih dengan AKBP Iwan Parmadi.

Ketika dikonfirmasi apakah HJ akan ditahan,anggota Piket Direskrimsus mengatakan,”Beliau untuk sementara ditahan di ruangan penyidik Ditreskrimsus selama 1×24 jam dengan pengawalan petugas bersenjata lengkap,”cetus Pak Komandan.

Ditanyakan lagi,jika seandainya HJ ditahan dalam ruangan penyidik,apakah beliau (HJ,red) mendaptkan tempat tidur yang layak,petugas tersebut menyampaikan bahwa di dalam ruangan penyidik ada tempat duduk panjang yang bisa digunakan sebagai tempat tidur.

“Kan didalam ruangan ada tampa dudu panjang,dia bisa tidur disitu,” terang Pak Komandan.

Yang menjadi pertanyaan dari rekan-rekan Jurnalis,Apakah ini ada unsur balas dendam dari seorang Parmadi terhadap Hendra Jacob ataukah ada dari pihak lain.

Sampai saat ini,hingga berita ini diturunkan,HJ masih tetap berada didalam ruangan penyidik Ditreskrimsus.

(Redaksi)