Dinilai Ilegal, DPD PD Sulut di Minta Harus Bertanggungjawab

Manado, iNewscrime – Puluhan kader dan simpatisan Partai Demokrat Kota Manado melayangkan protes kepada DPD PD Sulut.

Protes tersebut diduga DPD PD Sulut mengindahkan hasil Musancab dan juga hasil rapat pleno diperluas DPC PD Manado yang dilakukan pada tahun 2015.

Sementara hasil Musancab pada tahun 2011 lalu, pengurus yang telah dilantik oleh Ketua DPD PD Sulut GS Vicky Lumentut pada Februari 2012, tidak mendapatkan SK.

Steven salah satu pengurus PAC Mapanget mengatakan, atas dasar apa Ketua DPD PD sulut melantik pengurus DPAC PD se-Kota Manado.

“Mengapa setelah kami dilantik tidak mendapatkan SK dari DPD DP Sulut. Berarti pelantikan yang dilakukan oleh Ketua DPD PD Sulut itu ilegal,” ujar Steven.

Hal senada juga dengan Rahmat, pengurus PAC Singkil ini menyayangkan atas sikap dari DPD PD Sulut. Dirinya menilai, karena kepentingan dari Ketua DPD PD Sulut sehingga mesin Partai Demokrat kacau balau.

Menurut keduanya, SK DPAC PD Se-Kota Manado didengar kabar sudah diberikan kepada orang yang tidak berhak untuk mendapatkan SK tersebut.

“SK ini hanya karena momentum Musyawarah Cabang yang akan dilakukan besok hari. Sehingga siapa calon yang telah diarahkan, harus dipilih oleh pemegang SK, ” ungkap mereka.

Mereka pun meminta kepada pihak DPP PD tidak tutup mata dengan kisruh yang terjadi di Partai Demokrat Kota Manado yang diakibatkan oleh DPD PD Sulut..

Saat dikonfirmasih, salah satu pengurus DPC PD Kota Manado kepada wartawan membenarkan hasil rapat pleno diperluas yang dilakukan di Sekretariat pemenangan GSVL-MOR pada pertengahan 2015 lalu dikarenakan banyak Ketua PAC yang tidak mendukung pasangan GSVL-MOR.

“Sehingga Partai memutuskan harus ada Plt Ketua di tingkatan DPAC untuk menjalankan mesin partai dalam pemenangan pasangan calon Wali Kota dari Partai Demokrat GSVL-MOR,” ungkap salah satu pengurus DPC yang enngan menyebutkan nama.

Sementara itu Plt Ketua DPC PD Manado Nortje Van Bone ketika dikonfirmasi via ponsel 08114347xxx tidak bisa dihubungi.
(***/tsir)