Foto (Istimewa): Ketiga Terdakwa Saat Persidangan.

Amurang, INewscrime.com– Semangat Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menindak tegas serta memberi efek jera pafa pelaku korupsi ternyata masih jauh panggang dari api.

Alih alih menindak tegas dan memberi efek jera, menahan pelaku korupsi pun tak mampu di lakukan oleh penegak hukum.

Hal di atas terungkap pada perkara pemecah ombak Minsel. Walaupun Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado telah menjatuhkan vonis berupa hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan pada Hendri Komaling, Steven Poluakan dan Chris Wenas namun vonis tersebut tidak langsung di tindak lanjuti dengan penahanan pada ketiga terpidana.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan, ketika dikonfirmasi, membenarkan vonis tanpa penahanan itu.”Ketiga terdakwa, masing-masing Hendri Komaling, Steven Poluakan dan Chris Wenas sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim. Masing-masing dijatuhi kurungan badan selama tiga tahun. Ada juga hukuman tambahan. Tapi karena pada vonis tidak ada perintah segera ditahan, maka ketiganya belum menjalani masa hukuman,” kata Cornelius Heydemans, Kasie Pidsus Kejari Minsel, Jumat (17/5/2019).

Di tempat berbeda, Kasie Intel Kejari Minsel, Mohammad Pahlevi mengaku, jaksa belum ambil sikap soal putusan hakim itu. “Kami masih ada kesempatan selama tujuh hari untuk pikir-pikir, apakah akan menerima ataukah banding,” akunya.

Sementara itu, Juru Bicara PN Tipikor Manado, Vincentinus Banar, saat dikonfirmasi membenarkan vonis tanpa penahanan yang dijatuhkan pada ketiga terdakwa.

“Kalau terpidana banding, yang punya wewenang menahan Majelis Hakim Banding. Jadi kita masih berikan kesempatan kepada terdakwa maupun jaksa untuk banding atau tidak,” jelasnya.

Pengamat dan pakar hukum Toar Palilingan saat di mintai pendapatnya terkait kasus tersebut mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi karena pertimbangan hukum dari hakim yang menimbang bahwa ketiga pelaku tidak harus di tahan karena bersikap kooperatif serta dianggap tidak akan melarikan diri. Apalagi perkaranya kan belum inkrah karena masih di beri kesempatan pada terdakwa atau jaksa untuk mengajukan banding.
“Kalau perkaranya sudah inkrah tanpa menunggu perintah pengadilan jaksa harus segera meminta salinan putusan dan segera mengeksekusi perintah hakim,”terang Palilingan.

Kasus ‘paka-paka ombak’ Minsel, cukup menghebohkan. Pasalnya, dana proyek yang seharusnya dikerjakan untuk keselamatan warga Ranoyapo, ‘ditilep’ sebagian. Modus operandinya, volume proyek berbanderol Rp4,8 miliar, dikerat sebesar Rp1,6 miliar. Menurut materi tuntutan jaksa, volume proyek tidak sesuai kontrak.
(RKM)

Di Vonis 3 Tahun Penjara, 3 Terdakwa Paka Paka Omba Minsel Tidak dI Tahan

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.