Di Lindas Kontainer Ibu Kepsek Meregang Nyawa

Manado, INEWSCRIME.COM  – Peristiwa mengenaskan berupa lakalantas terjadi siang tadi di ruas jalan Pogidon tepatnya di depan restoran Monalisa Sindulang, Rabu (22/11/2017).

Dari informasi yang didapatkan korban adalah seorang Kepala Sekolah SD, tepatnya SD GMIM 03 Tuminting. Diketahui korban tersebut, adalah Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar (SD) GMIM 03 Tuminting, yakni Ibu Destrina Bawataa.

Dari keterangan saksi mata yang melihat langsung kejadian,  korban meregang nyawa akibat kepalanya di lindas truck kontainer yang mengakibatkan bagian kepala dari korban pecah hingga terburai di aspal.

Menurut saksi mata saat itu korban bersama rekannya hendak melambung sebuah kontainer dari arah sebelah kiri. Naas saat sudah hampir melewati kontainer tersebut tali dari tas yang di gunakan korban tersangkut di bagian belakang kontainer yang mengakibatkan motor oleng dan jatuh. Lebih naas lagi saat jatuh kepala korban tepat di depan ban belakang kontainer. Tanpa ampun ban belakang kontainer tersebut langsung melindas kepala korban.

Korban dikabarkan meninggal akibat terseret mobil kontainer saat hendak keluar makan siang. Saat itu juga korban langsung meninggal ditempat karena bagian kepala ditimpa ban kontainer. Sadisnya, organ tubuh bagian kepala Ibu Guru tersebut hancur berceceran di aspal

Menurut kesakasian warga sekitar yang menyaksikan kejadian naas tersebut peristiwa tersebut prosesnya sangat cepat.

“Saat kepala koban terlindas dan pecah terdengar seperti ada yang pecah, setelah kami lihat ternyata bunyi tersebut berasal dari tekanan yang terjadi saat ban belakang kontainer melindas kepala korban.

Para saksi mata juga menerangkan, saat mengetahui  telah melindas kepala korban. Sopir ketakutan dan hampir lari. Untung saja para sopir mikro melihat gelagat buruk sang sopir dan langsung menahan sopir tersebut.

“Oknum sopir kontainer langsung dilarikan warga ke pihak berwajib tanpa diketahui identitasnya. Sementara, pengemudi motor selamat, dan Kepala Sekolah meninggal ditempat,”jelas saksi.

Sampai berita ini diterbitkan. Belum di dapatkan keterangan resmi  dari pihak kepolisian terkait peristiwa naas ini (Rds)