Di Duga Palsukan Identitas Diri Seorang Pejabat Kantor Pajak Pusat Bakal Di Laporkan Ke Polda Sulut

Di Duga Palsukan Identitas Diri Seorang Pejabat Kantor Pajak Pusat Bakal Di Laporkan Ke Polda Sulut

INEWSCRIME.COM- Seseorang yang diketahui adalah pejabat di kantor pajak pusat jakarta akan dilaporkan ke Direktorat kriminal umum polda sulut atas dugaan pemalsuan identitas diri.

“Ya kami berencana melaporkan pengelola koperasi perintis tanoyan tersebut  ke Direktorat Reserse Kriminal Polda sulut terkait kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen. Nanti dari pijakan awal ini baru akan terkuak penggunaan identitas palsu ini untuk apa, seperti menyamarkan aset, atau menyamarkan uang hasil rampasan malam minggu, atau money laundring, itu nanti, “tukas Hendra Jacob.

“Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti bukti awal sehingga pada saat melaporkan penyidik yang menangani tidak susah lagi mencari dan menemukan bukti permulaan adanya tindak pidana terkait laporan kami tersebut nantinya, tambah Hj sapaan akrabnya  di warong kobong pumorow( 19/5).

Ketika ditanya terkait pemalsuan apa yang diduga di lakukan oleh pelaku, Hendra jacob menjelaskan, bawha objek yang akan kami laporkan ini adalah orang besar, dia adalah abdi negara yang kalau tidak salah pemeriksa di kantor pajak pusat. Orang ini diduga kuat telah melakukan pemalsuan id/dokumen  sesuai Pasal 93 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2006 telah diubah menjadi UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang administrasi kependudukan dan atau Pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 264 KUHP.

Lebih lanjut HJ mengatakan, orang ini bahaya, bahkan kuat dugaan kami orang ini mirip mirip gayus tambunan, untuk itu kasus ini harus di laporkan dan harus diangkat ke publik. dan saya pastikan, saya akan kawal kasus ini setelah tim kami resmi melaporkan dugaan pemalsuan Id/ dokumen ke Direktorat kriminal Umum Polda Sulut sebab yang akan kami laporkan ini dengar dengar sering di backup oleh oknum polisi berpangkat kompol,  “tegas HJ.

Disinyalir, oknum pegawai kantor pajak pusat ini membeli aset aset usaha pertambangan di wilayah bolmong raya, yakni di Lanut dan Tanoyan dari seorang pengusaha tambang terkenal di sulawesi utara ko Havid, “dengar dengar total keseluruhan yang di bayarkannya ke ko Havid kurang lebih 17 M cash tanpa transer,”tandas HJ

( red )