Ciptakan Kondusifitas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bitung Patroli Bersama

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bitung saat berada di Pos Kamling Kelurahan Madidir Ure

Bitung, iNewscrime.com – Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat) dari jajaran Kodim 1310/Bitung dan jajaran Polres Bitung, melakukan patroli keamanan bersama.

Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, Selasa (217/3), mengatakan, patroli bersama digelar dalam upaya memelihara keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) sekaligus upaya menjaga situasi agar tetap kondusif, aman, tenteram, nyaman, damai, dan terjauhkan dari gangguan.

“Patroli bersama Babinsa-Bhabinkamtibmas ini untuk membangun sinergitas personel TNI dan Polri, dalam jalinan silaturahmi kebersamaan untuk menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan mencegah kemunculan gangguan tindak kejahatan,” kata Dandim Bitung.

Sasaran patroli bersama, mencakup sejumlah obyek vital dan tempat yang dianggap rawan yang berada di wilayah Kelurahan Madidir Ure, Kota Bitung.

“Dalam patroli tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga melakukan komunikasi sosial serta bertukar informasi terkait persoalanan yang muncul di masyarakat, untuk dicarikan solusinya,” lanjutnya.
(tsir)

Pengusaha BBM Bitung Meradang, Oknum Buser Polres Bitung Di Duga Lakukan Pungli

Foto : 2 Oknum Buser Polres Bitung yang di duga melakukan Pungli pada pengusaha BBM di Bitung (anak Panah merah).

Manado, iNewscrime.com — Sejumlah pengusaha Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri di Kota Manado, mengeluhkan maraknya pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum anggota Buser Polres Bitung. Pungli itu nilainya mencapai juta rupiah.

Salah satu karyawan dari perusahaan BBM Industri di Kota Manado, mengaku sejumlah oknum polisi Buser Polres Bitung meminta uang pada dirinya sebanyak Rp7,5 juta.

Alasan oknum Buser, bahwa BBM Industri yang dibawa masuk ke dalam Pelabuhan Bitung, tidak mengantongi izin jelas. Padahal dari perusahaan BBM Industri, telah melengkapi semua izin sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Pengusaha dianggap menyalahi aturan, kemudian oknum Buser meminta uang,” ucapnya.

Informasi dirangkum media ini di lokasi kejadian, tepatnya di Dermaga Pelabuhan Bitung. Berawal ketika perusahaan BBM Industri yang berlokasi di Kota Manado, mendapat permintaan pembelian solar dari Kapal Tugboat.

Perusahaan kemudian melengkapi semua surat izin yang dibutuhkan, selanjutnya membawa BBM ke Kapal. Nah, pada saat mobil tangki milik perusahaan ini akan memindahkan BBM dari tangki ke Kapal, tiba-tiba datang anggota Buser berjumlah dua orang. Mereka kemudian menanyakan kelengkapan surat-surat BBM.

“Kami hanya melakukan pemeriksaan surat-surat,” ucap seorang oknum Buser sambil mengabadikan gambar mobil dan kapal di ponselnya.

Tak berselang lama, lagi seorang oknum anggota Buser menggunakan sepeda motor tiba di lokasi. Dia langsung menanyakan surat-surat izin. Kemudian karyawan perusahaan ini menyerahkan semua surat-surat izin.

Tak tau kenapa, tiba-tiba oknum Buser ini marah. Dia berdalih perusahan tidak melengkapi surat izin angkut.

“Mana surat rekomendasi dari Pertamina, bahwa kalian melakukan pengisian di Kapal Tugboat, mana? Mana? Mana?,” tegasnya.

Oknum Buser ini kemudian menghentikan proses pengisian BBM ke Kapal.

“Saya akan proses kalian, saya akan bawa ke kantor,” ucapnya lagi.

Nah, setelah sekian lama menjelaskan kepada oknum Buser, bahwa perusahaan tidak menerima surat rekomendasi dari Pertamina. Sebab BBM ini sudah dibeli perusahaan dari Pertamina, kemudian dijual kembali ke Kapal. Barulah oknum Buser mengijinkan proses pemindahan minyak dari mobil tangki ke kapal. Akan tetapi oknum buser meminta uang Rp7,5 juta, untuk uang keamanan.

Kabidhumas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo S.I.K ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dencan Kabid Propam Polda Sulut dan Kapolres Bitung. (Rds)