Beli Aset David Lim, Zulmanisar Di Duga Lakukan Money Laundry

Beli Aset David Lim, Zulmanisar Di Duga Lakukan Money Laundry

Foto : Ilustrasi 

SULAWESI UTARA, INC-– Pegawai pajak yang menyamar menggunakan identitas palsu dengan nama deden suhendar diduga melakukan transaksi keuangan tunai yang mencurigakan.

Sesuai informasi yang di terima redaksi INewscrime.com, semua aset yamg di beli oleh oknum pegawai pajak bernama Zulmanisar tersebut menggunakan nama samaran dengan nama yang tertera dalam ktp palsu Deden Suhendar. ” saya memiliki bukti bukti petunjuk terkait transaksi deden suhendar saat membeli aset milik ko david tersebut. antara lain berupa surat perjanjian jual beli, foto foto saat transaksi dan ktp palsu deden suhendar. Dia sengaja menggunakan ktp palsu deden suhendar sebab dia takut ketahuan orang bahwa dia adalah pegawai di direktorat jenderal pajak selaku pemeriksa pajak. makanya dia menggunakan ktp palsu,” beber sumber yang namanya minta dirahasiakan oleh redaksi.

Dikatakan oleh sumber, PPATK harus melakukan pengecekan atas transaksi keuangan yang di lakukan oleh pegawai pajak atas nama zulmanisar dengan nomor induk pegawai 197201131993031001.

Pasalnya yang bersangkutan diduga kuat melakukan pencucian uang di desa lanut dengan membayar lahan tanah seluas 16 hektar senilai 2.5 M dan juga membeli aset tempat pengolahan emas di tanoyan senilai 12.5 M dari Ko David Lim bos tambang emas Tatelu.

Panjang lebar sumber membeberkan bahwa zulmanisart yang menyamar sebagai deden suhendar ini melakukan transaksi pembelian aset tanah seluas 16 hektar di desa lanut kecamatan modayag kabupaten bolaang mongondow timur dan tempat pengolahan emas di desa tanoyan selatan kecamatan lolayan kabupaten bolaang mongondow. “Semuanya berbentuk cash atau tunai, pokoknya semua transaksinya tunai beber sumber lagi.

“Saya yakin modus yang di lakukan zulmanisart membeli aset dengan cara tunai ini tanpa di dukung adanya dasar transaksi yang memadai atau underlying transaction. selain itu zul juga kerap menggunakan rekening atas nama orang lain dalam melakukan transaksi kebutuhan sehari harinya, saya yakin orang ini mafia pajak, “pungkas Sumber mengakhiri.

(Redaksi)