Astaga !!! Oknum Ketua Hanura Bolmong Diperiksa di Polda Sulut


INEWSCRIME – MANADO- Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Polda Sulut, FM alias Firasat (50-an), yang kini menjabat Ketua Partai Hanura Bolaang Mongondow, akhirnya mendatangi Polda Sulut, Kamis (1/2) kemarin.

Ini terkait kasus dugaan pencemaran nama baik lewat media sosial facebook ini, dilaporkan Husni Towidjojo SH selaku kuasa hukum Hanny Pontoh yang merupakan Bapak Angkat KUR Mitra SP3 Bolmong Bank Artha Graha Manado.
Firasat yang mengenakan kemeja merah memasuki ruangan penyidik sekitar pukul 15.10 Wita. Kemudian pukul 16.30 Wita, Firasat selesai menjalani pemeriksaan.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan adanya pemeriksaan terhadap FM alias Firasat. “Setelah dua kali dia (FM) tidak memenuhi panggilan, kali ini dia sudah datang untuk dimintai klarifikasi dalam tahap penyelidikan,” tukas Ibrahim. Demikian pula Ibrahim menegaskan kasus ini masih terus berproses.

“Penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dan kasus ini masih terus dikembangkan,” tegas Ibrahim.
Ditemui terpisah, Husni Towidjojo SH, memberikan apresiasi kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut Subdit Cyber Crime yang terus berupaya mengungkap kasus ini. “Penyidik sudah bekerja secara profesional sehingga kami menyatakan terima kasih. Namun kami berharap kasus ini dapat dituntaskan secepatnya, agar nama.baik klien kami bisa dipulihkan dan terlapor ada efek jera dengan tindakan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan melalui pernyataan di media sosial,” jelasnya.


Seperti diketahui, FM dilaporkan ke Polda Sulut, 15 Desember 2017 lalu berdasarkan laporan polisi Nomor : STTLP/1017.a/XII/2017/SPKT.
“Intinya FM mengatakan di medsos facebook bahwa klien saya adalah penipu. Sekali lagi dikatakan penipu. Klien saya merasa keberatan dengan hal itu,” ujar Husni.

Husni menguraikan, salah satu status yang ditulis oleh FM diantaranya menyangkut nama baik klien saya. “Inilah contoh kecil bentuk amburadulnya administrasi Bank Artha Graha dan pembodohan/penipuan terhadap rakyat Bolmong yang dilakukan oknum Bank dan oknum bapak angkat dan agen-agen nya,” urainya. (Xx)