APBD Perubahan Tak Kunjung diketuk, Ferry Liando: Kepentingan Elit Parpol Karena Pilwako Manado Jangan Korbankan Rakyat

APBD Perubahan Tak Kunjung diketuk, Ferry Liando: Kepentingan Elit Parpol Karena Pilwako Manado Jangan Korbankan Rakyat

Foto (ist)  : DR Ferry Liando.

MANADO, INC — Tarik ulur antara legislatif dan eksekutif pada pembahasan APBD Perubahan Kota Manado ditanggapi kritis oleh Akademisi dan Pengamat Politik Fisipol Unsrat DR.Ferry Liando.

Dikatakan olehnya, ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan terjadinya tarik ulur dalam pembahasan tersebut.

Pertama, kemugkinan ada kepentingan anggota DPRD yang belum terakomodasi dalam APBD yang mengakibatkan ada tarik menarik agar kepentingannya terakomodasi.

Kedua, kemungkinan ada kendala teknis. Misalnya ada keterlambatan pemasukan draf dokumen RAPBD perubahan. Sehingga ruang komunikasi poltik terhambat dalam proses pembahasan.

Ketiga kemugkinan terkait dengan skala prioritas penganggaran. Ada pihak yang memilih lain dan pihak lain pilihanya berbeda.

Keempat bisa jadi ini ada keterkaitan dengan Pilwako. Ada kecurigaan dari sebagian politisi di DPRD jangan Sampai kebijakan anggaran yang tertata dalam APBD perubahan nanti akan dimanfaatkan oleh pihak eksekutif untuk kepentingan Pilwako.
“Apapun penyebab Alotnya pembahasan APBD perubahan, sedapat mungkin jangan rakyat yang jadi korban. Mereka membutuhkan pelayanan dari Pemerintah dan DPRD. Baik Pemkot dan DPRD adalah sama sama sebagai unsur pemeritahan daerah. Tugas pokok keduanya adalah melayani rekyat. Bukan melayani elit elit parpol yang berkepentingan pada Pilwako 2020,”tegas Putra Minsel asal desa Malola ini.

(Robby Kumaat Mononimbar)