Akui Terjadi Eror Pada E Voting Akibat Hacker, Pdt HWB Sumakul Akui BPMS Sudah Tidak Kompak Lagi

Manado,INewscrime.com- Setelah sekian lama berusaha menunjukkan bahwa Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tetap solid. Pdt DR HWB Sumakul PhD akhirnya buka suara dan mengakui selama kepimimpinannya menghadapi berbagai permasalahan.

Hal tersebut disampaikannya pada awak media disela-sela pemilihan pimpinan BPMS GMIM di GKIC Manado, Rabu(22/3/2018) malam.

Dikatakan oleh Pdt HWB Sumakul  masalah tersebut terkait kebersamaan atau kekompakan dari setiap pimpinan BMPS.

“Seperti yang telah saya sampaikan kepada peserta  Sidang Sinode bahwa kekompakan, kekompakan dari Badan Pekerja Sinode itu perlu. Kalau Ketua ( BPMS) begini ,   kemudian Wakil-wakil   sekretaris , Bendahara dan BIPRA bicara lebih bagus,”ungkapnya Ketua Sinode.

Lebih Lanjut  Pdt Sumakul mengakui  para petinggi GMIM ini dua tahun paska kepemimpiannnya mulai  tak sehati- sepikir.

“Saya musti katakan  dan catat itu untuk para wartawan,  itu (BPMS) tidak kompak terutama setelah tahun kedua pelayanan,”terangnya.

Ketika dikejar apa yang menjadi masalah yang sebenarnya terjadi  di lingkup BPMS GMIM, Ketua Sinode mengatakan tidak bisa diungkap secara umum.

“Wah ini memang rahasia didalam, kalau saya katakan sudah(nanti)  menunjuk orang. Tapi saya katakan tidak kompak,”tandasnya.

Menyinggung pemilihan pimpinan  BMPS yang menggunakan system  E Voting  dia mengakui berjalan tidak mulus .

“Ini resikonya jika menggunakan peralatan canggih. Walaupun kami sudah diwanti-wanti, akhirnya yang diwanti-wanti itu terjadi juga.,”terangnya.

Dia mengatakan ketika dilakukan pemilihan lewat E Voting, diganggu oleh Hacker yang belakangan ketahuan juga.

“Ada yang mengacaukan signal, sehingga  tidak berjalan dengan bagus (signal jamming). Normalnya satu jam setengah sudah selesai . Itu perhitungan kalau berjalan dengan mulus,”tambahnya.

Pelaksanaan pemilihan pimpinan BPMS GMIM  melalui E Voting yang konon pertama di tanah air.

Walaupun berusaha di sembunyikan pada para peserta, memang terjadi error pada sistem E Voting di mana terjadi kegagalan saat   pemilih menentukan pilihannya  lewat barkode dimana(kode batang) tidak terbaca. (Bob)