AA : Saya Tidak Akan Pusing Pusing Pada Ketua Yang Baru, Dia Tahu Apa Yang Harus Dibuat

AA : Saya Tidak Akan Pusing Pusing Pada Ketua Yang Baru, Dia Tahu Apa Yang Harus Dibuat

Foto : Andrei Angouw

MANADO, INC –Mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara Andrei Angouw merasakan itu sebagai hal yang biasa. ” Biasa aja, Jabatan itu tidak ada yang abadi, jadi biasa saja, waktu menjabat melaksanakan tugas itu dengan sebaik baiknya, waktu tidak lagi menjabat pasti ada tugas lain yang akan kita kerjakan, jabatan itu hanya titipan, “tukas AA sapaan akrabnya.

Terkait dengan calon pengganti yang akan menggantikan dirinya AA mengatakan secara pribadi dirinya tidak akan pusing pusing pada Ketua yang baru karena yang pasti apapun itu sudah jadi tugas Ketua Dewan yang baru, sebagai mantan ketua dewan jangan kita bicara apa apa. Jangan kita kita ganggu ganggu seakan akan kita masih menjabat itu, “lihat mantan Presiden Amerika dia tidak pernah pusing pusing dengan penggantinya karena sudah bukan tugasnya lagi. Karena sebagai Ketua yang baru siapapun itu dia tau apa yang harus dia buat, ” Ujarnya.

Tapi jika ditanyakam dari sisi dia sebagai rakyat AA berharap Ketua yang baru dapat menjaga kondusifitas dari lembaga politik ini, ini kan lembaga politik kalau disini bakalae rakyat le bakalae, kalu disini babatamang rakyat juga bersatu, dan menjalankan tugas tugas dewan sesuai aturan, “saya rasa itu yang paling penting,”tukas Andrei.

Ditanyakan kesan kesannya selama berada di lembaga DPRD dan menjabat Sebagai Ketua hingga mengakhirinya dirinya merasa biasa saja karen hidup itu harus dijalani.
” jadi kesan kesan, semua disini ada dinamika, kita bertemu dengan macam macam orang dan lain sebagainya tapi segala sesuatunya harus dijalani dengan syukur, “pungkas Andrei Angouw.

Diketahui, Saat terpilih sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven OE Kandouw yang maju sebagai calon Wakil Gubernur pada tahun 2016. AA adalah Ketua Dewan pertama di Indinesia yang beragama Konghucu dan saat memimpin Paripurna HUT Provinsi itu adalah tugas terakhirnya sebagai Ketua DPRD Sulut karena setelah itu diirinya dan beberapa personil DPRD Sulut lainnya yaitu Richard Sualang, Wenny Lumentut, Netty Pantouw, Hengky Honandar harus mundur karena sesuai aturan anggota DPRD yang maju dalam Pilkada saat telah ditetapkan oleh KPU sebagai calon Kepala Daerah yang bersangkutan harus mundur.

(Robby)