Apotek Roxy di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat

 

JAKÀRTA/iNewsCrime.Com-Menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik izin peredaran dua produk suplemen makanan, Viostin DS dan Enzyplex Tablet, Senin (5/2/2018), keberadaan dua jenis obat itu di sejumlah apotek mulai lenyap.

BPOM menyatakan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar POM SD.051523771 dan tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories bernomor izin edar DBL7214704016A1 terbukti mengandung DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) babi.

Penemuan sampel berisi DNA babi tersebut mengejutkan. Menurut Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, sebenarnya tidak ditemukan zat terlarang dalam dua produk itu pada masa pre-market (sebelum dipasarkan) karena bahan baku dari sapi.

Namun ketika produk meluncur ke pasar, BPOM justru menemukan ada kandungan DNA babi pada sampel produk dua produsen tersebut. Jadi ada ketidakjujuran produsen antara informasi pre-market dan post-market (setelah dipasarkan).

Lebih lanjut BPOM menjelaskan PT Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS yang memiliki nomor izin edar di atas dari pasaran dan menghentikan produksinya. PT Mediafarma Laboratories juga melakukannya terhadap tablet Enzyplex.

menelusuri sejumlah apotek di Jakarta untuk mengetahui fakta di lapangan, Selasa (6/2). Hasilnya, masih ada apotek dan toko obat di Jakarta yang menjual Viostin DS dan Enzyplex.

Salah satunya adalah Apotek Antasari di Jalan Aipda K. S. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Apotek ini masih menjual Enzyplex meski tak memajangnya di rak, tapi Viostin DS tak lagi tersedia karena telah ditarik PT Pharos Indonesia sejak bulan lalu.

Jadi, konsumen masih bisa membeli Enzyplex apabila menanyakan kepada petugas apotek. “Viostin DS sudah dari bulan lalu ditarik, tetapi Enzyplex belum ditarik,” ungkap Fitin, seorang karyawan Apotek Antasari.

Fitin menjelaskan sejauh ini belum ada surat peringatan untuk penjualan Enzyplex. Sebenarnya produsen Viostin DS juga belum mengeluarkan surat serupa, tapi sudah melakukan penarikan produk. “Viostin DS belum ada surat peringatan, tapi sudah ditarik pihak Viostin DS…,”imbuh Fitin.

Apotek Antasari menjual Enzyplex Rp5.000/tablet, sementara harga Viostin DS per tablet adalah Rp34.500. Namun setelah ada keputusan BPOM, Apotek Antasari tak berani lagi menjual Enzyplex dan Viostin DS.

Biasanya, bila ada konsumen yang mencari dua produk tersebut, pihak apotek akan menyarankan suplemen pengganti tapi tidak mengandung DNA babi. Misalnya Welmove.

Itulah yang dilakukan Apotek Kimia Farma di kawasan Petamburan dan Apotek Roxy di wilayah Tanah Abang, masih di Jakarta Pusat. Di dua apotek ini, Viostin DS dan Enzyplex tak lagi dijual.

Kedua suplemen bermasalah ini sebenarnya cukup populer. Enzyplex merupakan suplemen untuk kesehatan lambung dan saluran pencernaan yang bersifat multivitamin dan mineral. Sementara Viostin DS merupakan suplemen untuk meringankan osteoarthritis, rematik, dan gangguan pada persendian serta tulang rawan.

(Red)